Wacanabali.com, Jembrana – Hiu Paus ditemukan terdampar di pantai Pengeragoan, Desa Pengeragoan, Kecamatan Pekutatan, Jembrana, Bali, Sabtu (12/09/26) pagi. Saat Ditemukan satwa laut tersebut dalam keadaan lemas dan akhirnya mati.

Kapolsek Pekutatan, Kompol Benyamin Nikijuluw, saat dikonfirmasi membenarkan temuan tersebut. Menurutnya Hiu Paus tersebut pertama kali ditemukan oleh warga lalu dilaporkan kepada pihaknya. Menerima laporan Personil Polsek Pekutatan mendatangi lokasi temuan.

Personel Polsek Pekutatan UKL 3 gabungan piket fungsi melakukan pengamanan guna memastikan situasi dan mencegah terjadinya gangguan kamtibmas di sekitar lokasi. Selanjutnya dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait guna menentukan langkah penanganan terhadap satwa tersebut

“Masyarakat di sekitar lokasi kita himbau untuk tidak melakukan tindakan sendiri seperti menarik, memukul, menaiki, memindahkan, ataupun mengambil bagian tubuh satwa,”jelasnya.

Baca Juga  Curi 3 Karung Beras, Residivis Ditangkap Warga

Saat ditemukan Hius Paus masih berada di perairan dangkal. Namun saat air surut bangkai paus terdampar di pantai dan dikawatirkan menimbulkan pencemarian lingkungan jika tidak segera ditangani.

Kekawatiran tersebut disampaikan oleh Kepala Desa Pengeragoan, I Wayan Balik Kari saat ditemui dilokasi Hiu Paus terdampat. Pihaknya bersama pihak Kecamatan Pekutatan terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait guna melakukan upaya penanganan.

“Jika dibiarkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan, terutama pasti akan menimbulkan bau yang dapat mengganggu warga sekitar. Kami harapkan segera bisa ditangani dengan jalan dikubur,”ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan petugas Jaringan Satwa Indonesia (JSI) Hiu Paus tersebut diketehui memiliki panjang sekitar 8 meter dengan lingkar badan sekitar 4.8 meter. Usianya di perkirakan sekitar 15- 20 tahun tergolong Hius Paus remaja. Sedangkan untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa laut tersebut, pihak JSI melakukan nekropsi terhadap bangkai Hiu Paus tersebut.

Baca Juga  Kebakaran Lahan Kembali Terjadi di Jembrana, Kali ini di Kelurahan Loloan Barat

“Setelah dilakukan pemeriksaan dan nekropsi kita lakukan penguburan disekitar lokasi penemuan. Kita gunakan alat berat untuk memindahkan dan menggali kuburan,”ujar Camat Pekutatan, I Wayan Yudana.

Lanjut Yudana, penguburan bangkai Hiu Paus tersebut baru bisa dilakukan pada Sabtu sore. Pihaknya harus menunggu kedatangan alat berat yang didatangkan dari Surabrata Tabanan.

“Kita upayakan meminjam alat berat guna mengubur bangkai paus tersebut, jika tidak cepat dikubur akan menimbulkan bau kurang sedap,”tutupnya.