Koster Tak Biarkan Talenta Bali Berjuang Sendiri, Bartender Muda Didukung Tembus Panggung Dunia
Wacanabali.com, Denpasar – Dukungan Gubernur Bali Wayan Koster kepada bartender muda yang berlaga di kompetisi internasional menjadi bukti bahwa pengembangan talenta lokal membutuhkan keberpihakan nyata. Bukan sekadar dorongan moral, Pemerintah Provinsi Bali memberikan bantuan transportasi, uang saku harian, dan akomodasi agar anak-anak Bali memiliki kesempatan bersaing di panggung dunia.
Dukungan tersebut diberikan kepada Gede Rico Hardiana Widnyana dan I Wayan Eka Darmawan yang mengikuti TDuB World Flair Bartending Championship 2026 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Bagi Gede Rico, perhatian Gubernur Koster memiliki arti penting. Mengikuti kompetisi internasional bukan perkara keterampilan semata. Biaya perjalanan, tempat tinggal, dan kebutuhan selama kompetisi kerap menjadi penghalang bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan mereka.
“Dukungan Bapak Gubernur Wayan Koster sangat berarti bagi kami. Tidak semua talenta muda memiliki kemampuan finansial untuk mengikuti kompetisi di luar negeri. Dengan dukungan ini, kami merasa mendapat kepercayaan sekaligus tanggung jawab untuk membawa nama Bali dan Indonesia,” ujar Rico di denpasar, Jumat (23/10/2026)
Dukungan itu menempatkan pemerintah bukan hanya sebagai penonton ketika anak muda berjuang meraih prestasi, melainkan sebagai pihak yang ikut membuka jalan. Bagi mereka yang memiliki kemampuan tetapi terbentur biaya, bantuan seperti ini dapat menentukan apakah kesempatan berkompetisi di tingkat dunia bisa terwujud atau justru kandas sebelum berangkat.
Koster juga menunjukkan perhatian terhadap keberlanjutan prestasi tersebut. Pemerintah Provinsi Bali tengah memproses rencana dukungan bagi tiga bartender, yakni Gede Rico Hardiana Widnyana, I Wayan Eka Darmawan, dan I Kadek Suniantara, untuk mengikuti Foodtown Flair Bartender Challenge 2026 di Polandia pada November mendatang.
Bantuan yang direncanakan mencakup tiket pesawat pulang-pergi, uang saku harian, serta akomodasi selama kompetisi. Prosesnya masih berjalan dan belum dapat dianggap sebagai bantuan yang telah terealisasi.
“Harapan kami, dukungan ini tidak berhenti pada satu kompetisi. Semoga semakin banyak talenta Bali mendapat kesempatan berkembang dan menunjukkan kemampuan mereka di tingkat internasional,” kata Rico.
Langkah Koster patut mendapat apresiasi karena membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang. Prestasi internasional tidak lahir dari kemampuan individu saja, tetapi juga dari kesempatan, pembinaan, dan dukungan yang memungkinkan seseorang berkompetisi.
Bali selama ini dikenal melalui budaya, pariwisata, dan keramahan masyarakatnya. Di balik sektor tersebut, ada sumber daya manusia yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, termasuk tenaga profesional di industri hospitality dan bartending.
Dukungan terhadap Rico dan Eka menjadi contoh bagaimana pemerintah dapat membantu mengatasi hambatan pembiayaan. Kebijakan semacam ini akan semakin berarti jika dijalankan secara konsisten, dengan seleksi yang transparan dan ukuran prestasi yang jelas, sehingga kesempatan tidak hanya dinikmati segelintir orang.
Bagi Koster, dukungan tersebut memperlihatkan bahwa membangun Bali juga berarti memberi kesempatan kepada generasi mudanya untuk melangkah lebih jauh. Mereka tidak cukup hanya diminta membawa nama daerah ke panggung dunia; mereka juga membutuhkan dukungan agar mampu sampai ke sana.
Pada akhirnya, keberpihakan kepada talenta lokal bukan diukur dari banyaknya janji, melainkan dari terbukanya kesempatan yang nyata. Dan bagi Rico serta rekan-rekannya, dukungan Pemerintah Provinsi Bali menjadi modal penting untuk memperjuangkan prestasi sekaligus mengharumkan nama Bali dan Indonesia.

Tinggalkan Balasan