Ratusan Anak Muda Padati Pura Agung Jagatnatha saat Hari Suci Saraswati
Denpasar – Hari Suci Saraswati diperingati setiap enam bulan sekali dalam sistem kalender Bali, atau setiap 210 hari tepatnya pada Saniscara Umanis Watugunung.
Tahun ini, Hari Suci Saraswati jatuh pada Sabtu (8/2/25). Di mana, salah satu pura yang ramai dikunjungi pemedek adalah Pura Agung Jagatnatha, Denpasar.
Menurut keterangan Pemangku atau Jan Banggul Pura Agung Jagatnatha, Ida Bagus Saskara, hingga siang ini, sekitar 300 umat telah melaksanakan persembahyangan di Pura yang berada di dekat Lapangan Puputan Badung tersebut.
Ia menyampaikan, persembahyangan telah dimulai sejak pukul 09.00 WITA dan akan berlangsung hingga pukul 24.00 WITA.
“Nah kurang lebih (hingga nanti malam) ya bisa sampai 500 orang ke atas,” ucapnya kepada awak media.
Ida Bagus Saskara menyebut, umat yang melaksanakan persembahyangan di Pura Agung Jagatnatha didominasi dari kalangan anak muda.
“Hampir 70 persen anak muda. Dari dulu (banyak anak muda), sampai sekarang masih,” sambungnya.
Ia berharap, Hari Suci Saraswati ini menjadi momentum untuk berefleksi dan memuja Tuhan dalam manifestasinya sebagai Sang Hyang Aji Saraswati, Dewi ilmu pengetahuan.
“Karena dengan pengetahuan tersebut kita bisa memahami hidup ini dengan baik sehingga kita bisa lebih bijaksana dalam menjalankan hidup,” kata dia.
Sementara itu, I Kadek Aditya Dwi Candra Bayu (16), salah satu pelajar yang bersembahyang di Pura Agung Jagatnatha, mengaku melaksanakan persembahyangan dengan khusyuk.
Menurutnya, hal ini lantaran suasana di pura saat ia datang tidak terlalu ramai, sehingga persembahyangan dapat dilaksanakan dengan lebih tenang.
“Biasanya kan harus antre dulu sebelum sembahyang. Tapi tadi karena datang siang, yang datang tidak terlalu ramai,” ujarnya.

Senada dengan itu, Ni Made Fany Vanesa Kyra Putri (16), juga mengaku melaksanakan persembahyangan dengan khidmat.
Fany menuturkan, ia bersama beberapa orang temannya sengaja mendatangi Pura Agung Jagatnatha seusai selesai melaksanakan persembahyangan di sekolahnya.
“Tadi kami memulai dengan kegiatan di sekolah dulu, sembahyang bersama. Setelah itu, kami lanjut sembahyang di Pura Jagatnatha ini,” ujarnya.
Dirinya berharap momentum Hari Suci Saraswati dapat dimaknai secara filosofis oleh setiap anak muda.
“Saraswati sebagai hari turunnya ilmu pengetahuan pasti berguna banget buat kita semua. Apalagi kalau masih siswa, yang masih perlu belajar dan membutuhkan ilmu pengetahuan. Jadi nggak cuma sembahyang aja,” imbuhnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan