Wacanabali.com, Badung – Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan solusi untuk mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi di kawasan Canggu dan Tibubeneng. Salah satunya melalui pembangunan jalur konektivitas alternatif sepanjang sekitar 4,7 kilometer yang ditargetkan dapat rampung pada akhir Desember 2026.

Hal tersebut disampaikan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat menghadiri rangkaian Pekan Olahraga dan Seni Desa (Porsenides) Desa Canggu 2026 di Lapangan Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara, Sabtu (22/8).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa menyoroti tingginya tekanan terhadap kapasitas infrastruktur transportasi seiring pesatnya pertumbuhan pariwisata di kawasan Canggu dan sekitarnya. Menurutnya, persoalan kemacetan perlu ditangani secara serius agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat maupun kenyamanan wisatawan.

“Untuk tahap awal 2026, kami berharap ruas sepanjang 4,7 kilometer ini dapat diselesaikan pada akhir Desember nanti. Infrastruktur ini diharapkan mampu mendistribusikan arus lalu lintas secara optimal dan memecah konsentrasi kendaraan di Canggu serta Tibubeneng,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Jelantik Trinaya Sebut Masih Banyak KK Miskin di Abiansemal yang Patut Diperjuangkan

Jalur alternatif tersebut dirancang untuk menghubungkan kawasan Canggu-Berawa-Banjar Umalas-Seminyak-Kedampang hingga Teuku Umar Barat. Kehadiran jalur ini diharapkan dapat memberikan pilihan akses baru bagi masyarakat maupun wisatawan sehingga beban lalu lintas di jalur utama dapat dikurangi.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, kelancaran mobilitas menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Badung. Pertumbuhan destinasi yang tidak diimbangi dengan kesiapan infrastruktur dapat menimbulkan persoalan baru dan pada akhirnya memengaruhi daya saing kawasan wisata.

“Jangan sampai destinasi yang sangat diminati justru menghadapi kejenuhan akibat persoalan mobilitas,” tegasnya.

Selain pembangunan jalur alternatif sepanjang 4,7 kilometer, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah jangka panjang melalui rencana pembangunan jalan pintas atau shortcut dari kawasan Gatot Subroto Barat yang diproyeksikan masuk dalam tahun anggaran 2027–2028.

Baca Juga  Tok! Badung Tetapkan Pajak SPA dan Hiburan 15 Persen

Menurut Adi Arnawa, pembangunan infrastruktur tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menyesuaikan kapasitas transportasi dengan perkembangan kawasan pariwisata yang semakin pesat.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Adi Arnawa juga menekankan pentingnya penguatan budaya lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata. Hal tersebut tercermin dalam pementasan fragmen tari “Ki Begawan Canggu” yang mengangkat sejarah dan asal-usul Desa Canggu.

Ia mengapresiasi pementasan tersebut sebagai upaya menjaga memori kolektif, nilai budaya dan jati diri masyarakat Canggu. Menurutnya, pengemasan sejarah dan budaya secara kreatif dapat memperkuat daya tarik desa sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih autentik.

“Fragmen tari ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi menjadi medium untuk menjaga memori kolektif, nilai budaya, dan jati diri masyarakat. Ketika sejarah dan budaya dikemas secara kreatif, desa dapat memperkuat daya saing destinasi dan menghadirkan pengalaman wisata yang autentik,” katanya.

Baca Juga  Plt. Bupati Suiasa Hadiri Raker Dengar Pendapat Bersama Komisi II DPR RI

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Adi Arnawa turut menyerahkan hadiah kepada para pemenang turnamen bola voli Porsenides Desa Canggu 2026. Tim Porba Banjar Babakan keluar sebagai juara pertama, disusul Macan Canggu sebagai juara kedua dan Putra Roket Banjar Tegal Gundul sebagai juara ketiga.

Kegiatan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Badung Made Suryananda Pramana dan I Gede Aryantha, Camat Kuta Utara I Nyoman Tirtayasa beserta jajaran Tripika, Perbekel Canggu I Wayan Suarya, Perbekel Pererenan, perwakilan Perbekel Tibubeneng, Bendesa Adat Canggu I Nyoman Siana, serta tokoh adat, dinas dan masyarakat Canggu.