Wacanabali.com, Badung – Pemerintah Kabupaten Badung terus mematangkan strategi transformasi sektor pariwisata untuk mewujudkan pariwisata yang berkualitas, aman, nyaman, dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat membuka Sharing Session bertajuk “Mewujudkan Pariwisata Badung Berkualitas dan Berkelanjutan” yang berlangsung di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (16/9).

Forum strategis tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor pariwisata, akademisi, dan pelaku industri untuk menyamakan persepsi serta merumuskan langkah konkret dalam pengembangan pariwisata Badung.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, hasil diskusi dalam forum tersebut akan segera ditindaklanjuti. Ia menyebut Ketua Bali Tourism Board (BTB) Ida Bagus Agung Partha Adnyana akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata Badung untuk membahas langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam jangka pendek.

Baca Juga  Dorong Generasi Muda Berperan Aktif Dalam Berorganisasi Bupati Giri Prasta Hadiri HUT Ke-64 STT. Putra Cemara Sari, Sangeh.

Dalam upaya menciptakan kawasan pariwisata yang aman, nyaman, dan tertib, Pemkab Badung juga akan mengoptimalkan peran pengamanan tradisional Bali, khususnya pecalang. Menurut Adi Arnawa, keterlibatan pecalang di kawasan pariwisata diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketertiban dan kenyamanan wisatawan maupun masyarakat.

Selain aspek keamanan, penataan kawasan Kuta menjadi salah satu perhatian Pemkab Badung. Pemerintah menyiapkan kantong parkir untuk mengurangi kemacetan sekaligus mendukung penataan kawasan wisata, seiring dengan rencana pembangunan moda transportasi publik di Kuta.

Salah satu lokasi yang disiapkan sebagai kantong parkir yakni eks Bali Anggrek. Adi Arnawa berharap fasilitas tersebut sudah dapat dimanfaatkan pada momentum malam tahun baru mendatang.

“Tidak cukup kita hanya membangun pedestrian, tapi juga ada bottleneck di sepanjang jalan yang malah dijadikan tempat parkir. Seiring dengan kita akan membangun moda transportasi publik di Kuta, kita menyiapkan kantong parkir,” ujar Adi Arnawa.

Baca Juga  Bupati Giri Prasta Sampaikan Jawaban Pemerintah Rapat Paripurna Pembahasan Raperda RTRW Badung 2025-2045

Sementara itu, untuk pengembangan pariwisata di Badung Utara, Pemkab Badung menitikberatkan pembangunan infrastruktur dan konektivitas terlebih dahulu. Langkah ini dilakukan agar akses menuju wilayah yang berpotensi menjadi destinasi wisata telah tersedia sejak awal.

Adi Arnawa menegaskan, pengembangan pariwisata di Badung Utara tidak akan dilakukan dengan sekadar memindahkan pola pariwisata yang berkembang di wilayah Badung Selatan. Pengembangan destinasi akan disesuaikan dengan karakteristik dan potensi masing-masing wilayah.

“Masalah nanti ada potensi destinasi atau bagaimana itu masalah kedua. Kalau ternyata memberikan potensi untuk menjadi satu destinasi yang baru, tentu kita akan support sesuai dengan karakteristik daerahnya. Tidak serta-merta pariwisata yang ada di selatan saya akan bawa ke utara,” tegasnya.

Baca Juga  Upacara Peringatan HUT KORPRI Ke-53 Tahun 2024 di Kabupaten Badung

Selain membahas strategi transformasi pariwisata, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana dengan PT Coconut Homes serta BNDCC dan BNDH (PT Nusa Dua Indonesia) terkait penyediaan kebutuhan pokok.

Forum tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Ketua DPRD Badung yang diwakili Ketua Komisi II DPRD Badung I Made Sada, Sekda Badung IB Surya Suamba, kepala OPD di lingkungan Pemkab Badung, kepala OPD terkait di lingkungan Pemprov Bali, kepala instansi vertikal, serta Tim Perumus Kebijakan Daerah Kabupaten Badung.