Denpasar – Maraknya kasus pelecehan terhadap anak mengundang pendapat pemerhati perempuan dan anak Siti Sapurah atau kerap disapa Ipung, dirinya menyampaikan seks edukasi dapat melindungi anak dari predator seksual.

“Edukasi seksual penting diberikan kepada anak sejak dini agar mengetahui bagian apa yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh,” ucapnya kepada wacanabali.com, Sabtu (29/7/23).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa orangtua harus pro aktif memberikan edukasi seksual bukan menunggu pemerintah.

“Orangtua memegang peranan penting dalam hal ini memberikan edukasi seksual terutama ibu, karena komunikasi antara ibu dan anak lebih cair dalam memberikan seks edukasi,” jelasnya.

Ipung menambahkan bahwa dari anak mulai bisa diajak bicara orang tua dalam hal ini ibu sudah mulai memberikan seks edukasi kepada anak.

Baca Juga  Refleksi HAKTP: Bagaimana Ketimpangan Gender “Dihalalkan” Konstruksi Sosial?

“Ajari anak tentang bagian apa dari tubuhnya yang tidak boleh disentuh misalkan, perempuan memiliki bagian tubuh seperti payudara, bibir, vagina dan lubang dubur yang tidak boleh disentuh.”

“Serta pada anak lelaki terdapat bagian seperti bibir, lubang dubur serta penis tidak boleh disentuh orang asing,” tambah Ipung.

Dirinya juga menyayangkan adanya kasus dimana ayah kandung melakukan persetubuhan dengan anak kandungnya secara paksa.

“Salah satu kegagalan melakukan seks edukasi adalah kasus dimana ayah kandung melakukan persetubuhan secara paksa, kepada anak perempuanya dimana orang tua harusnya melakukan perlindungan kepada anaknya malah melakukan hal tercela,” tandas Ipung.

Seperti yang ramai diberitakan sebelumnya, beredar rekam seorang oknum dosen yang melakukan percobaan pemerkosaan kepada mahasiswinya, di Buleleng.

Baca Juga  Ibu Korban Pemerkosaan di Tibubeneng Harap Terlapor Segera Ditangkap

Reporter: Dewa Fathur
Editor: Ady Irawan