Jembrana – Rawan tumbang saat cuaca buruk, sejumlah pohon perindang di ruas jalan Denpasar-Gilimanuk ditebang. Penebangan dilakukan terhadap pohon perindang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan. Penebangan pohon perindang dilakukan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana bersama instansi terkait, Senin (18/3/24).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra saat dikonfirmasi membenarkan penebangan pohon perindang tersebut. Menurutnya sejumlah pohon perindang di ruas jalan Denpasar Gilimanuk, tepatnya di Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, terpaksa ditebang terutama yang dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Kita lakukan upaya pencegahan pohon tumbang terutama pohon perindang di ruas jalan Denpasar-Gilimanuk. Sebanyak enam pohon kita tebang dan dua hanya dipangkas terutama dahan yang mengarah ke badan jalan,” ungkapnya.

Baca Juga  "Politisasi Agama" Ancam Keberagaman, Prof Astana: Jaga Kedamaian Pemilu 2024 di Bali

Lebih lanjut Agus Artana menjelaskan, pohon yang ditebang kebanyakan pohon yang sudah mati namun masih berdiri sehingga sangat rawan tumbang di saat cuaca buruk. Upaya pemangkasan dan penebangan akan dilakukan di sepanjang ruas Jalan Denpasar-Gilimanuk.

“Sebagai langkah awal mitigasi bencana, mengingat akhir-akhir ini di Jembrana cuaca kurang bersahabat. Guna menghindari korban pohon yang kita nilai rawan tumbang saat hujan deras disertai angin kencang kita tebang,” jelas Agus Artana.

Meski sudah dilakukan penebangan pohon sebagai langkah pencegahan, Agus Artana mengingatkan para pengendara untuk selalu waspada dan berhati-hati terutama saat cuaca buruk.

“Kita hanya meminimalisir pohon tumbang, namun para pengendara dan masyarakat untuk tetap waspada karena segala kemungkinan akan terjadi saat hujan deras disertai angin, hindari berteduh di bawah pohon,” tutupnya.

Baca Juga  Bank Mandiri Disomasi Kuasa Hukum Korban Kebocoran Data Pribadi

Reporter: Dika